Selasa, 27 Maret 2012

Karakteristik Benua Asia

Asia merupakan salah satu benua yang unik di antara benua-benua lain di muka bumi. Bagaimana tidak, banyak hal yang tidak dimiliki oleh benua lain. berikut ini beberapa karakteristik yang dimiliki oleh benua ini :

1. Asia merupakan tempat lahirnya agama-agama besar di dunia yaitu :  Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu
2. Gunung Everest dengan ketinggian 8.848 mdpl merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia terdapat di benua Asia
3. Laut Cina Selatan merupakan laut terluas di dunia berada di benua Asia
4. Asia merupakan benua terluas di dunia
5. Asia merupakan penghasil minyak bumi terbesar
6. Asia merupakan benua yang terbanyak penduduknya
7. Ada 6 negara di dunia  yang terbanyak penduduknya berada di benua ini , yaitu : China, India, Indonesia, Bangladesh, Pakistan dan Jepang.
8. Asia memilliki beberapa peninggalan budaya yang menakjubkan diantaranya : Tembok Raksasa di China, Candi Borobudur di Indonesia, Masjid Taj Mahal di India, dan Ka'bah di Saudi Arabia

Karakteristik Benua Amerika


Benua Amerika merupakan benua terbesar kedua setelah benua Asia. Nama benua ini berasal dari nama penjelajah Itali yang banyak memperkenalkan benua tersebut melalui tulisan- tulisannya pada akhir abad ke 15 yaitu Amerigo Vespuci. (+ disebutkan penemu benua Amerika ialah Cristhoper Colombus + Amerigo Vespuci.
Orang China menemukan Amerika sebelum Christopher Columbus dan memetakan bagian-bagian dunia seperti Antartika dan Kanada utara jauh sebelum tibanya para penjelajah Barat.1405 hingga 1432.
Karakteristik benua Amerika :
•       Air terjun Niagara merupakan air terjun terkenal di dunia berada di benua ini
•       Hollywood adalah industri perfilman terbesar  terletak di benua ini
•       Benua amerika merupakan Pusat industri komputer
•       Mampu mendarat ke bulan
•       Terkenal ddengan makanan dan minuman cepat saji
•       Markas PBB berada di Amerika Serikat
•       Mata uang standar internasional (US Dollar)
•       Penghasil kopi terbesar di dunia
•       Lembah amazone meupakan lembah dengan hutan tropka terluas di dunia
•       Peradaban kuno suku aztek
•       Sungai amazone adalah sungai terpanjang kedua di dunia
•       Gurun atacama adalah gurun terkering didunia
•       Air terjun angel (venezuela) adalah air terjun tertinggi di dunia
•       Air terjun Guaira (brazil/paraguay) adalah air terjun terbesar di dunia
•       Benua penghasil narkoba terbesar di dunia
       Merupakan benua sepak bola

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan


Penamaan hari dan jumlahnya dalam satu minggu tak lepas dari perkembangan peradaban manusia.
Awalnya perkembangan peradaban terutama dalam hal astronomi memegang prinsip bahwa bumi adalah pusat dari benda-benda langit atau sering disebut Geosentris. Pendapat ini mempengaruhi seluruh pikiran dan kebijakan manusia pada masa tersebut. Orang-orang dahulu juga percaya bahwa benda-benda langit mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh

Pada masa tersebut mereka percaya bahwa di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius . Venus  berada di langit ke tiga dan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars . Di langit ke enam ada Jupiter serta langit ke tujuh ditempati Saturnus.

Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.
Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum'at).

Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, ..., sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba'ah, khamsah, sittah, dan sab'ah.

Bagaimana dengan Indonesia ..? 
Bahasa Indonesia hampir semuanya mengikuti penamaan hari dari bahasa Arab kecuali hari pertama yaitu Ahad sehingga di Indonesia menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum'at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur'an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum'at berjamaah.
Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Referensi :
Artikel T. Djamaluddin (Peneliti Lapan, Bandung)

Pengertian Tanah

Tanah adalah lapisan batuan gembur yang terbentuk dari pelapukan batuan induk dan pembusukan bahan organik. 

Tanah juga didefinisikan sebagai kumpulan benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari bahan mineral, bahan organik, air dan udara dan sebagai media tumbuhnya tanaman. 

Ilmu tentang tanah dan seluk beluk tentang tanah adalah Pedologi.

Pengertian Relief

Relief adalah tinggi rendahnya permukaan bumi atau bentuk raut muka bumi. Tinggi rendahnya permukaan bumi ini disebabkan oleh pengaruh dari tenaga endogen dan eksogen.
Relief bumi bisa berupa dataran tinggi, gunung, lembah, bukit, dataran rendah, jurang, dan lain sebagainya.

Sistem Waktu , Sejarah dan Perkembangannya


Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa dalam satu hari ada 24 jam, dan dalam satu menit ada 60 detik? Inilah jawabannya. Sistem bilangan yang paling banyak digunakan manusia saat ini adalah sistem desimal, yaitu sebuah sistem bilangan berbasis 10. Namun untuk mengukur waktu kita menggunakan sistem duo desimal (basis 12) dan sexa desimal (basis 60). Hal ini disebabkan karena metode untuk membagi hari diturunkan dari sistem bilangan yang digunakan oleh peradaban kuno Mediterania.

Sekitar tahun 1500 SM, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12, dan mereka mengembangkan sebuah sistem jam matahari berbentuk seperti huruf T yang diletakkan di atas tanah dan membagi waktu antara matahari terbit dan tenggelam ke dalam 12 bagian. 
Para ahli sejarah berpendapat, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12 didasarkan akan jumlah siklus bulan dalam setahun atau bisa juga didasarkan akan banyaknya jumlah sendi jari manusia (3 di tiap jari, tidak termasuk jempol) yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 menggunakan jempol.
Jam matahari generasi berikutnya sudah sedikit banyak merepresentasikan apa yang sekarang kita sebut dengan "jam". Sedangkan pembagian malam menjadi 12 bagian, didasarkan atas pengamatan para ahli astronomi Mesir kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari. Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan. Namun demikian panjang hari dan panjang malam tidaklah sama, tergantung musimnya (contoh: saat musim panas hari lebih panjang dibandingkan malam). Oleh karena itu pembagian jam dalam satu hari pun berubah-ubah sesuai dengan musimnya.
Sistem waktu ini disebut dengan sistem waktu musiman. Pada sekitar tahun 147-127 SM, seorang ahli astronomi Yunani bernama Hipparchus menyarankan agar banyaknya jam dalam satu hari dibuat tetap saja yaitu sebanyak 24 jam, disebut dengan sistem waktu equinoctial. Namun sistem ini baru diterima secara luas oleh saat ditemukannya jam mekanik di Eropa pada abad ke-14.
Eratosthenes (276-194 SM), seorang ahli astronomi Yunani lainnya membagi sebuah lingkaran menjadi 60 bagian untuk membuat sistem geografis latitude. Teknik ini didasarkan atas sistem berbasis 60 yang digunakan oleh orang-orang Babilonia yang berdiam di Mesopotamia, yang jika ditilik lebih jauh diturunkan dari sistem yang digunakan oleh peradaban Sumeria sekitar 2000 SM. Tidak diketahui dengan pasti mengapa menggunakan sistem bilangan berbasis 60, namun satu dugaan mengatakan untuk kemudahan perhitungan karena angka 60 adalah merupakan angka terkecil yang dapat dibagi habis oleh 10, 12, 15, 20 dan 30. 

Satu abad kemudian, Hipparchus memperkenalkan sistem longitude 360 derajat. Dan pada sekitar 130 M, Claudius Ptolemy membagi tiap derajat menjadi 60 bagian. Bagian pertama disebut dengan partes minutae primae yang artinya menit pertama, bagian yang kedua disebut partes minutae secundae atau menit kedua, dan seterusnya. Walaupun ada 60 bagian, yang digunakan hanyalah 2 bagian yang pertama saja dimana bagian yang pertama menjadi menit, dan bagian yang kedua menjadi detik. Sedangkan sisa 58 bagian yang lainnya membentuk satuan waktu yang lebih kecil daripada detik.
Sistem waktu ini membutuhkan waktu berabad-abad untuk tersebar luas penggunaannya. Bahkan jam penunjuk waktu pertama yang menampilkan menit dibuat pertama kali pada abad ke-16. Sistem waktu ini digunakan hingga sekarang oleh kita manusia modern. 


Referensi : gallerydunia.com

Pengertian Pelangi


Pelangi atau Bianglala (Rain Bow ;Bahasa Inggris) adalah busur berwarna yang biasanya terlihat apabila sinar matahari menyinari hujan atau dekat air terjun karena adanya pantulan dan pembiasan cahaya pada titik-titik air.
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.


Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air



Busur pelangi biasanya terdiri dari 2 lapis, busur primer dan busur sekunder. Busur pelangi sekunder atau busur luar terbentuk karena sebagian dari cahaya yang menyinari titik-titik air dua kali dipantulkan.Warna-warna busur pelangi sekunder susunannya kebalikan dari warna pelangi primer dan terlihat kurang jelas.
Pada busur pelangi primer warna merah berada pada pinggir luar busur, warna ungu di tengah.


Referensi : Berbagai sumber

Pembagian Zona Flora Fauna Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki keunikan tersendiri, salah satunya dilihat dari jenis flora dan faunanya. Keadaan flora dan fauna Indonesia tidak terlepas dari pengaruh geologis. 
Berdasarkan sejarah geologis, Indonesia awalnya ada yang bersatu dengan benua Asia dan ada yang menyatu dengan benua Australia dan daerah tengah adalah daerah peralihan antara keduanya. 
Keadaan seperti ini berdampak pada jenis flora dan faunanya, sehingga Indonesia terdiri dari 3 zona flora dan fauna, yaitu :

1. Flora Fauna Asiatis  
Flora fauna ini memiliki kesamaan dengan flora fauna di Asia yang wilayahnya meliputi pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali (Paparan Sunda) yang dahulunya merupakan bagian dari benua Asia.Flora fauna tipe ini dipisahkan oleh garis Wallacea
2. Flora Fauna Australis
Flora fauna ini memiliki kesamaan dengan yang ada di benua Australia yang wilayahnya meliputi Papua (paparan Sahul) yang dahulunya merupakan bagian dari benua Australia. Flora fauna ini dibatasi dengan garis Weber
3. Flora fauna Peralihan
Flora fauna pada wilayah ini mirip dengan yang ada di Asia dan Australia. Wilayahnya meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku. Sebelah Barat wilayahnya dibatasi oleh Garis Wallacea dan sebelah Timur dibatasi oleh Garis Weber. 

Jadi sangatlah wajar jika Indonesia memiliki jenis flora dan fauna yang sangat banyak dan itu merupakan salah satu aset yang perlu kita pertahankandan lestarikan.
 

Klasifikasi Hutan


Hutan merupakan kumpulan  tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis.
Hutan dapat diklasifikasikan dalam beberapa  jenis, hal ini tergantung dari sudut pandang tentang hutan itu sendiri.
      
     A. Berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanah, hutan dibedakan :
1.     Hutan hujan tropis , Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan pepohonan yang tinggi, berdaun lebar, selalu hijau, terdapat epifit, lumut, palm dan pohonnya rapat. Hutan ini terdapat di daerah tropis seperti di Indonesia dan Brazil
2.     Hutan musim, pada hutan ini pohon-pohonnya tidak terlalu rapat dan pada musim kemarau daunnya meranggas.
3.     Hutan Sabana,  Hutan  ini merupakan hutan padang rumput yang diselingi pohon perdu. Hutan jenis ini banyak ditemui pada daerah yang memiliki curah hujan kecil dan kemarau panjang.
4.     Hutan Bakau/Mangrove,  Hutan yang terdapat di daerah pantai dengan tumbuhan mangrove.

 B. Apabila dilihat dari jenis-jenis tumbuhannya,hutan dibedakan menjadi :
1.     Hutan Homogen, Hutan yang ditumbuhi satu jenis tumbuhan mayoritas, contoh hutan pinus dan hutan jati
2.     Hutan Heterogen,  Hutan yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan.

C. Berdasarkan fungsinya hutan dibagi menjadi 4 jenis , yaitu :
1.     Hutan Lindung,  hutan lindung berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyimpan cadangan air tanah, pencegah banjir dan sebagai pelindung tanah dari erosi yang besar.
2.     Hutan Suaka Alam,  hutan ini berfungsi untuk melindungi jenis tumbuhan dan ekosistem tertentu dan hewan tertentu
3.     Hutan Produksi,  hutan produksi berfungsi untuk diambil hasil hutannya misalkan : kayu jati, dammar, kayu putih (daun) dan lain-lain.
4.     Hutan Wisata,  hutan ini merupakan hutan yang diperuntukan sebagai tempat wisata seperti untuk berkemah dan lain-lain.

Klasifikasi hutan tersebut bisa jadi akan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan peradaban manusia dan perbedaan sudut pandang.
Semoga bermanfaat.

Pengertian Hutan


Hutan adalah suatu areal yang luas dikuasai oleh pohon, tetapi hutan bukan hanya sekedar pohon, termasuk didalamnya tumbuhan lainnya. Di dalam hutan juga terdapat beranekaragam jenis binatang yang menjadikan hutan sebagai habitatnya.

Menurut Dengler hutan adalah suatu kumpulan atau asosiasi pohon-pohon yang cukup rapat dan menutup areal yang cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas serta berbeda dengan areal luarnya. 

Menurut Spurr (1973), hutan dianggap sebagai persekutuan antara tumbuhan dan binatang dalam suatu asosiasi biotis. Asosiasi ini bersama-sama dengan lingkungannya membentuk suatu sistem ekologis dimana organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam suatu siklus energi yang kompleks. 

Dalam Undang-Undang No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan didefinisikan  sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan lain tidak dapat dipisahkan.
Hutan merupakan suatu
 masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis.

Pengertian Lingkungan Hidup



Lingkungan secara umum dapat di artikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Ruang lingkup pengertian tersebut dapat dibedakan dalam berbagai konsep. Ada konsep lingkungan yang ruang lingkupnya terbatas ada pula yang bersifat luas. Ada konsep lingkungan yang lebih menekankan pada factor fisik dan ada pula yang lebih menekankan pada factor non fisik.
    Pengertian lingkungan yang berkembang di masyarakat dalam berbagai disiplin ilmu perlu dikenali dan diperhatikan , tujuannya adalah untuk membandingkan dan menjernihkan konsep yang kita gunakan serta mencegah kekeliruan dalam menafsirkan suatu istilah. Selain itu dapat pula kita gunakan untuk memahami pandangan dan prilaku masyarakat terhadap lingkungan.
Lingkungan hidup dapat didefinisikan kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya.
Definisi lain dari lingkungan hidup adalah keseluruhan keadaan yang meliputi suatu makhluk hidup atau sekumpulan makhluk hidup.
Menurut UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup di artikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
      Ilmu tentang lingkungan hidup adalah Ekologi dan Ilmu Lingkungan dianggap sebagai Ekologi Terapan karena dalam Ilmu Lingkungan  dikembangkan berdasarkan Ekologi.

Danau Terbesar Di Dunia

Danau adalah kumpulan masa air yang terdapat pada cekungan di permukaan bumi daratan. Tidak semua danau berair tawar karenanya air danau bisa tawar maupun asin. 
Berdasarkan luasnya, ada 10 danau yang terbesar dipermukaan bumi, yaitu : 

1. Danau /Laut Kaspia
Danau Kaspia sering disebut laut karena luasnya. Danau ini terletak di antara negara Rusia, Turkmenistan, Azerbaijan, Kazakstan, dan Iran meliputi luas 394.299 km2 dengan kedalaman maksimum 946 m.
2. Danau Superior
Danau ini terletak di antara negara Amerika Serikat dan Canada dengan luas 82.414 km2 dan kedalaman maksimum 406 m. 
3. Danau Victoria
Danau Victoria terletak di benua Afrika tepatnya di negara Uganda dan Tanzania. Luasnya 69.485 km2 dengan kedalaman maksimum 82 m. 
4. Danau Aral
Danau Aral berada di benua Asia tepatnya di negara Kazakstan dan Uzbekistan. Luasnya 66.456 km2 dengan kedalaman maksimum 229 m.
5. Danau Huron
Danau ini terletak berdampingan dengan danau Superior dan danau Michigan. Luasnya 59.596 km2 dengan kedaalaman maksimum 229m.
6. Danau Michigan
Danau ini memiliki luas 58.016 km2 terletak di negara Amerika Serikat. Danau ini memiliki kedalaman maksimum 281m.
7. Danau Tanganyika
Danau ini terletak di benua Afrika di negara Tanzania, Burundi, Zambia dan Republik Kongo yang memilki luas 32.893 km2 dengan kedalaman maksimum 1.435m
8. Danau Baikal
Danau Baikal terletak di negara Rusia dengan luas 31.500km2 dan kedalaman maksimum 1.741m.
9. Danau Great Bear
Danau ini terdapat di negara Canada. Luasnya 31.080 km2 dengan kedalaman maksimum 82 m.
10. Danau Nyasa
Danau ini terdapat di benua Afrika tepatnya di negara Malawi dan Tanzania. Luasnya 30.044 km2 dengan kedalaman maksimum 706 m.

Itulah 10 danau terbesar di dunia. Namun besarnya/luasnya danau tersebut tidaklah menentukan paling dalam karena kalau dilihat dari kedalamannya maka Danau Baikal  adalah danau yang terdalam.

Altimeter



Altimeter adalah sebuah alat untuk mengukur ketinggian suatu tempat maupun ketinggian terbang.


Altimeter dapat berupa suatu pesawat radio atau sejenis Barometer Aneroid yang ditempatkan di pesawat terbang.

Anemometer


Anemometer 


Anemometer Digital

Anemometer adalah alat untuk mengukur kecepatan angin dan juga dapat menjadi alat untuk menunjukkan arah angin

Fakta Tentang Hujan


Hujan merupakan fenomena alam yang biasa bagi kita, namun tatkala kita melihat fakta tentang hujan yang tertulis di bawah ini mungkin akan mengubah hujan menjadi sebuah fenomena yang luar biasa.... Selamat menyimak....
1. Air hujan yang jatuh ke bumi kecepatannya rata-rata antara 8 - 10 km/jam  
Hal ini karena terjadi gesekan pada lapisan atmosfer sehingga air yang turun ke bumi berupa butiran bukan gelembung air yang besar.

2. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter

3. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm

4. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter

5. Jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik 16 juta ton (sama dengan jumlah penguapan/evaporasi). 
Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Siklus air ini terus menerus terjadi dengan takaran yang seimbang

6. Butiran air hujan berubah bentuk di lapisan atmosfer ratusan kali tiap detik
7. Jika butiran air hujan  dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah
8. Setelah hujan , tanah dan tumbuhan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan petrichor

9. Ternyata hujan bisa menimbulkan inspirasi pada manusia 
Hal ini karena hujan ternyata memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Memang belum bisa  dibuktikan secara ilmiah, namun para ilmuan  menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu sehingga menimbulkan inspirasi”

Referensi : dari berbagai sumber

Jumat, 23 Maret 2012

Mengapa Langit Berwarna Biru ?


Pertanyaan seperti judul posting ini sering muncul dan tidak hanya diajukan anak-anak tapi orang dewasa pun kadang menanyakannya. Hal ini merupakan factor yang menyebabkan saya tertarik untuk sedikit memberikan gambaran untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Planet bumi adalah planet yang diciptakan Allah dengan segala komponen  yang dibutuhkan oleh makhluk hidup penghuninya. Salah satunya adalah atmosfer (lapisan udara) yang berfungsi multi diantaranya sebagai pelindung bumi dari benda angkasa yang tertarik gravitasi bumi , sebagai selimut bumi, sebagai media penyalur gelombang alat komunikasi, sebagai tempat terjadinya cuaca dan lain sebagainya.
Ternyata atmosfer ini juga yang menyebabkan langit terlihat berwarna biru saat kita memandang  siang hari. Kenapa begitu …?
Atmosfer terdiri dari partikel-partikel. Cahaya matahari saat sampai di lapisan atmosfer akan dihamburkan oleh partikel-partikel yang ada di lapisan ini. cahaya matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan.
Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang. Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan.
Fenomena yang terjadi di bumi tidak terjadi pada planet atau satelit yang tidak memiliki atmosfer. Warna langitnya akan terlihat hitam meski di saat siang hari.
Semoga coretan kecil ini dapat memberikan pencerahan dan bermanfaat.

Senin, 19 Maret 2012

Pokok Bahasan Geografi


Geografi sebagai ilmu tentang hubungan antara manusia dan alam, menurut N. Daldjoeni (Pokok-pokok Geografi Manusia ,1984:4) terdiri dari 11 pokok bahasan utama yang menjadi bahan telaah. Pokok bahasan tersebut adalah :
  1. Ukuran, bentuk dan gerakan bumi
  2. Persebaran serta posisi massa daratan dan wujud perairan
  3. Batuan, struktur dan berbagai relief bumi
  4. Air yang ada di berbagai samudra, lautan serta seluk beluk gerakannya
  5. Pola persebaran dunia tumbuhan dan hewan
  6. Atmosfer dengan gejala-gejala di dalamnya serta pola-pola iklim yang terdapat di permukaan bumi
  7. Ras-ras umat manusia dan persbarannya yang berdasarkan unit kenegaraan
  8. Aneka bentuk kegiatan manusia dalam rangka menegakkan perekonomian
  9. Bermacam-macam cirri dan pemukiman manusia yang ada
  10. Ciri-ciri sosial dan budaya masyarakat manusia
  11. Pengaturan umat manusia secara politis dan relasi antar mereka

Keadaan Alam Benua Afrika


Afrika
Afrika merupakan benua yang unik, wilayahnya dilalui oleh tiga garis lintang utama, yaitu garis khatulistiwa (0°), garis balik Utara (23½°LU), dan garis balik Selatan (23½°LS). Sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi dan bergurun. Meski demikian, terdapat juga kawasan-kawasan subur di dataran rendah, misalnya di Lembah Sungai Nil dan Lembah Sungai Zaire yang merupakan lembah sungai terbesar kedua setelah Lembah Sungai Amazone.
1 ) Iklim
Kondisi fisik Afrika tersebut memengaruhi variasi iklim yang terjadi. Di daerah pantai, iklimnya dipengaruhi oleh iklim laut, di daerah 0° terdapat iklim tropis yang basah sehingga banyak terjadi hujan, sedangkan di bagian Utara dan Selatan mendapat pengaruh angin gurun
sehingga beriklim subtropis yang kering. Khusus di bagian Utara, sedikit terpengaruh iklim Laut Mediteran.
2 ) Gurun
Persebaran gurun di Benua Afrika dapat dijumpai di sekitar garis balik Utara dan garis balik Selatan. Kawasan gurun di bagian Selatan memiliki posisi atau letak yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan kawasan gurun di bagian Utara. Namun begitu, gurun di bagian Utara memiliki wilayah yang lebih luas. Gurun di wilayah Utara dikenal dengan sebutan Gurun Sahara (± 9.065.000 km²), membentang dari Senegal di Barat hingga Kenya di Timur. Adapun gurun di wilayah Selatan, yaitu Gurun Kalahari dan Gurun Namibia.
3 ) Gunung, pegunungan, dan plato
Plato dan pegunungan banyak terdapat di Afrika bagian Selatan. Kawasan tersebut banyak memiliki mata air dan aliran sungai dengan ketinggian antara 500 - 1.200 m dari permukaan laut. Plato dan pegunungan di Afrika yang terkenal adalah Plato Umbagi dan Plato Tassilin-Ajjer di Sahara, Plato Shaba di bagian Tenggara, Plato Lunda dan Plato Drakensberg di bagian Selatan, Dataran Tinggi Ethiopia di sebelah Timur, serta Plato Angola di bagian tengah. Pegunungan yang terdapat di Afrika, yaitu Pegunungan Atlas yang membentang dari Pantai Barat Laut Afrika hingga Tunisia dan Pegunungan Cape di bagian Selatan. Gunung di Afrika pada umumnya tidak aktif, namun masih ada beberapa yang aktif. Adapun titik tertinggi Afrika berada di Gunung Kilimanjaro (5.894 m) di Afrika Timur yang selalu tertutup salju.
4 ) Sungai dan danau
Afrika banyak memiliki sungai besar. Sungai-sungai terkenal di Afrika adalah Sungai Nil yang panjangnya 6.500 km (terpanjang di dunia), Sungai Kongo, Sungai Orange di Afrika Selatan, Sungai Niger di Nigeria, dan Sungai Zambesi di Zambia. Beberapa aliran sungai tersebut dibendung untuk irigasi dan pembangkit listrik, misalnya bendungan Aswan yang membendung Sungai Nil dan bendungan Akosombo yang membendung Sungai Volta di Ghana. Danau-danau di Afrika, yaitu Danau Victoria (± 69.484 km²) merupakan danau terbesar di Afrika, Danau Tanganyika, Danau Mobutu, Danau Rudolf, Danau Chad, dan Danau Zambesi. Selain itu, Afrika juga memiliki banyak air terjun besar, yaitu air terjun Tuguela di Afrika Selatan (984 m) dan air terjun Victoria (108 m) di Zimbabwe.
5 ) Flora dan fauna
Kondisi flora dan fauna terkait dengan kondisi iklimnya. Di kawasan iklim hujan tropis (di bagian Afrika Tengah) terdapat variasi tumbuhan dan hutan hujan yang sangat lebat. Di bagian Utara dan Selatan (subtropis) terdapat stepa dan sabana yang luas, sedangkan di kawasan gurun hanya terdapat stepa dan tumbuhan kaktus. Kondisi alam Benua Afrika sangat mendukung penyebaran fauna. Afrika mempunyai banyak jenis fauna, terutama hewan mamalia besar. Fauna khas Afrika, yaitu addax, zarafah, zebra, antilop, kuda nil, badak, dan gajah. Meskipun mempunyai kemiripan fisik dengan hewan-hewan sejenis di Asia, namun hewan-hewan Afrika memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih besar daripada hewan-hewan sejenis di Asia.

Letak dan Luas Benua Afrika

Afrika
Benua Afrika dikenal dengan julukan Benua Hitam. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk di kawasan benua ini adalah orang-orang kulit hitam (negro).
Benua Afrika terletak di sebelah Barat Daya Benua Asia. Pada masa lalu, Benua Afrika dan Benua Asia menyatu, namun karena adanya pembangunan kanal atau terusan di Suez (Mesir), akhirnya kedua benua tersebut terpisah oleh perairan. Secara astronomis, Benua Afrika terletak di antara ± 35° LU - 33° LS dan ± 18° BT - 53° BT. Luas wilayah Benua Afrika mencapai ± 29.800.540 km² atau hampir seperlima dari luas wilayah daratan dunia dengan batas-batas wilayah berikut ini.
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Tengah atau Laut Mediterania dan Benua Eropa.
2) Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Merah dan Samudra Hindia.
3) Sebelah Selatan  berbatasan dengan Samudra Atlantik.
4) Sebelah Barat berbatasan dengan Samudra Atlantik

Ciri-ciri Geografi Modern


Setiap ilmu memiliki ciri tersendiri, hal ini berfungsi untuk membedakan ilmu tersebut dengan yang lain. Seorang pakar Geografi Indonesia, R. Bintarto (1983:104-105) menyebutkan ciri- ciri  Geografi Modern, yaitu :
  1. Geografi erat kaitannya dengan lingkungan
  2. Geografi memperhatikan penyebaran manusia dalam ruang dan kaitannya dengan lingkungan serta cara bagaimana ruang dan sumber daya dapat dimanfaatkan melalui pengelolaan wilayah tersebut
  3. Dalam Geografi terdapat unsur jarak, unsur interaksi dan unsur penyebaran
  4. Dalam Geografi terdapat system Ekologi dan Keruangan
  5. Selain itu Geografi merupakan suatu disiplin ilmu yang berorientasi pada masalah dalam rangka interaksi antara manusia desa dan kota dengan lingkungannya
  6. Geografi yang sifatnya terpadu mempunyai berbagai pendekatan yaitu : pendekatan analisis keruangan, pendekatan analisis ekologi dan pendekatan analisis wilayah
  7. Pendekatan yang digunakan Geografi terpadu tidak membedakan antara unsur fisis dan unsur manusiawi

Dapat disimpulkan bahwa Geografi Modern lebih mengutamakan metode koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi.

Sabtu, 17 Maret 2012

Keadaan Alam Kutub Selatan (Benua Antartika)

Antartika adalah daratan luas yang terletak di wilayah Kutub Selatan, sehingga selalu diselimuti es. Wilayah ini meliputi ± 15.500.000 km² atau sekitar 8,9% dari wilayah daratan dunia. Iklimnya yang sangat dingin (suhu dapat mencapai -88°C) menyebabkan Antartika tidak dihuni manusia secara permanen. Orang-orang yang tinggal di sana pada umumnya hanyalah para pemburu dan para peneliti yang tinggal selama beberapa waktu. Para peneliti tersebut berasal dari berbagai negara. Mereka tinggal di stasiun-stasiun riset yang didirikan di berbagai belahan Antartika. Terdapat tidak kurang dari 36 stasiun riset dan sekitar 15 diantaranya didirikan di Semenanjung Antartika di 
sekitar 60°BB. Kawasan tersebut terpilih karena memiliki suhu yang lebih hangat bila dibandingkan dengan kawasan kutub lainnya. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut memperoleh pengaruh angin hangat yang berembus dari daratan Amerika Selatan.
Kawasan dataran di Antartika meliputi Dataran Wilkes (terluas), Dataran Dronning Maud, Dataran Palmer, Dataran Robinson, dataran Enderberg, dan Dataran Ellishworth. Selain itu, terdapat juga Dataran Tinggi Amerika, Dataran Tinggi Marie Byrd, dan Dataran Tinggi Victoria. Benua Antartika tidak memiliki sistem sungai dan danau, karena seluruh permukaan perairannya tertutup es. Akan tetapi, Antartika mempunyai gunung api dan pegunungan, yaitu Pegunungan Princess Astrid Kyst, Pegunungan Charles, dan Pegunungan Pensacola, sedangkan gunung-gunung di Antartika, yaitu Gunung Vinson Massif (4.897 m), Gunung Sidley (4.181 m), Gunung Charles (3.355 m), dan Gunung Seelig (3.022 m).



Referensi  : BSE IPS IX Sanusi Fattah